Esquire Theme by Matthew Buchanan
Social icons by Tim van Damme

01

Aug

Catatan Wakil Mahasiswa (1)

Dari muka-muka yang gw liat sekarang bakal ada yg jadi ketua i3m atau mungkin jadi perwakilan mahasiswa di mpk (kalo ada)”

Tweet demikian saya lemparkan di sore itu, menjelang berbuka puasa. Kampus cukup berisik oleh kicauan massa kampus. Memang tidak cukup banyak, tetapi anggota himpunan mahasiswa jurusan dan unit kegiatan mahasiswa tengah seru menyambut anggota baru di Keluarga Mahasiswa ITB. Ya, angkatan 2011 telah datang sebagai mahasiswa baru ITB. Menjelang senja mereka dimobilisasi melewati jantung kampus, di mana Indonesia Tenggelam, Plaza Widya, dan Tugu Sukarno menjadi saksi bisu kedatangan mereka yang berbondong-bondong.

Read More

22

Jul

Apa guna berilmu jika tidak bergerak. Apa guna karya jika tidak mampu menyelesaikan permasalahan kehidupan.

Proficio Awards - Best Motivational Quote

caption

21

Jul

Kolaborasi Tugas Akhir (1)

Akhirnya hari ini tiba, Rabu 15 Mei 2011. Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah untuk seorang teman saya yang bernama Faikar Izzani. Untuk mempersiapkan hari ini, Faikar telah bersusah payah mewawancara para ahli dan desainer museum. Ia juga sudah berkali-kali mendatangi sebuah museum bernama Mandala Wangsit di Bandung, sebuah museum yang konon katanya koleksinya seratus persen asli, pernah digunakan sebagai properti di dalam sejarah. Demi apa yang akan dilakukannya hari ini, ia telah mengeluarkan uang hingga orde juta. Sejuta lebih untuk membeli infraboard dan mencetak gambar-gambar untuk dijadikan panel tugas akhir, lalu dua juta lebih telah ia gunakan untuk meminjam sebuah alat milik asisten Sejarah Desain, Mas Chandra. Alat tersebut adalah sebuah multi-touch screen yang telah digunakan Mas Chandra untuk sebuah karya yang cukup fenomenal di Indonesia, “Nitiki” sebuah parcipatory game tentang batik.

Saya tidak bohong, orang dibalik kostum gajah ini adalah Faikar!

Tentu saja hari ini juga membuat saya cukup berdebar-debar. Saya -walaupun mungkin bagi saya sidang ini tidak berpengaruh terhadap studi saya- juga ikut tertekan. Siapa yang tidak tertekan ketika apa yang dikerjakannya juga ikut menentukan kelulusan seseorang. Hari demi hari telah saya lalui dengan berbagai tekanan yang menimpa saya soal pekerjaan ini. Ini semua karena pekerjaan ini-yang tadinya juga menjadi pekerjaan saya- sangat menentukan nasib orang lain, meskipun kurang menentukan nasib diri sendiri.

Read More

07

Jun

Putih dan Abu-Abu (1)

“Kamu pengen masuk program studi apa nanti?”

Pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab oleh orang seperti saya. Masih mengenakan seragam putih abu-abu, saya bingung harus menjawab apa ketika Guru Bimbingan Konseling menanyakannya. 

“Teknik Kimia UGM, Bu,” saya menjawab dengan spontan. Saya tidak tahu bagaimana cara memilih jurusan untuk kuliah. Yang jelas, jawaban itu muncul karena saya merasa sangat suka dengan pelajaran Kimia. Dengan alasan yang simpel itu, saya mengisi di formulir yang diberikan oleh Guru BK tersebut.

Saat itu begitu banyak teman-teman saya yang mengisinya dengan jurusan Kedokteran Umum. Ada pula yang mengisinya dengan sebuah kampus di Bandung yang buat saya saat itu masih asing, Kampus Ganesha. Saya sendiri tidak pernah terpikir untuk menjadi dokter atau kuliah di luar Jogja.

Isu tentang jurusan yang diminati itu belum menjadi masalah yang besar buat saya. Saya merasa hal itu masih belum saatnya dipikirkan, toh saya baru saja memakai celana abu-abu ini. So, mari nikmati dua tahun ke depan di kelas akselerasi ini :)

Saya tidak pernah menyadari bahwa ternyata dari hal yang belum saya rasa penting di waktu itu, berbagai pengalaman menakjubkan terjadi. Saya merasa senang dan sangat bersyukur bisa berada di program studi terbaik buat saya, meskipun bukan yang paling benar.

03

Jun

Perkenalan

Hello World,

Perkenalkan sebelumnya, sampai detik ini saya adalah seorang mahasiswa. Empat tahun lalu, melalui SPMB yang saya kerjakan sambil menahan sakit perut, saya diterima di sebuah Fakultas yang bidang ilmunya mencakup Teknik Elektro dan Informatika di Kampus Ganesha. 

Juli nanti, beberapa teman seangkatan saya. yang masuknya bareng-bareng sama saya, akan meraih gelar Sarjana Teknik. Salaman sama rektor, pake toga, foto sama orang tua. Sementara saya? Mungkin saat itu saya masih ada di lab, mungkin mengerjakan TA, atau mungkin bermain Pro Evolution Soccer. Mengingat masa-masa saya sebagai mahasiswa akan segera berakhir, saya ingin menuangkan seluruh yang tercatat di kepala saya sebagai mahasiswa di sini.

Mungkin isinya banyak tentang pengalaman, pelajaran yang diambil, dan terulangnya kesalahan yang pernah saya lakukan. Postingan yang akan saya buat bahan-bahannya adalah tawa, buku, pesta, dan cinta. Pokoknya, saya akan berusaha menulis dengan jujur apa adanya di sini :D

Judul catatan kehidupan saya ini adalah “Catatan Calon Inovator”. Mengapa inovator? Saya percaya bahwa setiap masa memiliki generasi pemimpinnya masing-masing. Di masa kini, Indonesia membutuhkan banyak inovator. Pemuda-pemuda di negara ini harus paham betul bagaimana melakukan perubahan agar kehidupan bangsa ini dapat menjadi lebih baik. Seluruh catatan perjalanan yang saya tuliskan di sini tidak pernah lepas dari usaha untuk menjadi seorang inovator.

Saya percaya bahwa hal terkecil yang bisa diberikan seorang manusia untuk dunia adalah ilmu yang dimilikinya. Maka dari itu, saya memutuskan untuk menuliskan pengalaman saya di sini :)

* 22 Juli - Ternyata masa saya sebagai mahasiswa tidak berakhir secepat itu. Semester depan saya masih harus mengambil kuliah karena keteledoran akademik. Saya terlambat mengurus perbaikan nilai sehingga nilai saya yang semula akan menjadi A, justru menjadi E.